Hal Terbaik untuk Dilakukan di Jawa, Indonesia

Hal Terbaik untuk Dilakukan di Jawa, Indonesia

Solo, juga dikenal sebagai Surakarta, merupakan tujuan wisata yang menarik bagi para peneliti musik dan tari. Sebagai turis, Anda dapat memiliki kesempatan fantastis untuk menonton dan berpartisipasi dalam pertunjukan seni tradisional, dan karya kerajinan. Letakkan tangan Anda pada lukisan Batik, salah satu gaya cat kain yang diawetkan yang sangat populer di kalangan fashion. Surakarta tidak diragukan lagi adalah pusat inti budaya Jawa, menjaga identitasnya tanpa membiarkan modernitas merayap masuk dan menipis. Pulau ini berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan gaya hidup tradisional, menahan upaya westernisasi. Dengan kehidupan malam yang semarak, pasar tradisional, pusat perbelanjaan yang mewah, Surakarta memiliki banyak tempat bagi wisatawan yang mencari waktu luang dan kebahagiaan. Anda dapat memadati berbagai candi, berjalan di sepanjang kawasan pejalan kaki, dan perbukitan hijau di Jawa Tengah. Pengalaman fantastis menunggu Anda.

1. Menikmati Taman Balekambang

Ini adalah taman kota yang indah, di jantung kota Surakarta yang tersebar di 9,8 hektar, dibangun pada tahun 1921 oleh KGPAA Mangkunegaran VII untuk kedua putri tercintanya. Taman ini memiliki dua bagian, dinamai dari putri GRAy Partini Hussein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta dan patung-patungnya dapat Anda lihat di taman. Taman ini adalah rumah bagi banyak pohon, beberapa di antaranya langka dan sangat berharga. Sebelumnya merupakan taman pribadi untuk keluarga Balekambang namun kemudian pada masa KGGPA Mangkunegaran VIII, taman tersebut dibuka untuk umum. Taman ini menyelenggarakan banyak festival dan beberapa di antaranya adalah Festival Kethoprak, Festival Payung, dan Festival Permainan Anak. Sebelumnya, taman ini hanya digunakan oleh warga Surakarta dan saat ini banyak diminati wisatawan mancanegara. Taman ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk.

2. Melihat Sejarah di Museum Batik Danar Hadi

Batik adalah teknik pewarnaan kain di Indonesia dengan menggunakan lilin panas. Museum Batik dibangun pada tahun 1967 oleh H. Santosa Doellah yang ingin melestarikan bentuk seni ini. Museum yang terletak di Jalan Slamet Riyadhi ini berisi pajangan batik dari berbagai tempat seperti China, Sumatera, Pekalongan dan lain-lain. MURI juga telah mengakui museum Batik karena memiliki koleksi batik paling banyak. Museum ini juga menampilkan proses pembuatan batik di bengkel. Ada juga tekstil dengan motif batik yang dijual yang bisa Anda beli sebagai suvenir.

3. Berkunjng Candi Cetho

Candi Cetho abad ke-15 yang dibangun pada masa pemerintahan Majapahit berdiri sebagai karya seni yang tidak biasa yang menggambarkan peradaban Hindu Jawa kuno. Candi Cetho juga dikenal sebagai Candi Ceto di negara ini dibangun oleh penguasa Hindu terakhir Brawijaya V yang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki ke Gunung Lawu untuk membangun candi ini. Candi ini sangat penting bagi umat Hindu yang tinggal di Indonesia karena merupakan salah satu candi utama di negara ini yang ada sebelum negara memeluk agama Islam. Terletak 1400 m di atas permukaan laut, di lereng barat Gunung Lawu. Untuk mencapai candi, seseorang harus melewati hutan dan perkebunan teh yang mengelilinginya.

4. Candi Sukuh

Candi Cetho abad ke-15 yang dibangun pada masa pemerintahan Majapahit berdiri sebagai karya seni yang tidak biasa yang menggambarkan peradaban Hindu Jawa kuno. Candi Cetho juga dikenal sebagai Candi Ceto di negara ini dibangun oleh penguasa Hindu terakhir Brawijaya V yang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki ke Gunung Lawu untuk membangun candi ini. Candi ini sangat penting bagi umat Hindu yang tinggal di Indonesia karena merupakan salah satu candi utama di negara ini yang ada sebelum negara memeluk agama Islam. Terletak 1400 m di atas permukaan laut, di lereng barat Gunung Lawu. Untuk mencapai candi, seseorang harus melewati hutan dan perkebunan teh yang mengelilinginya.

5. Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta Hadiningrat pada dasarnya adalah sebuah kerajaan Jawa yang terletak di kota Surakarta. Sebagian besar hancur oleh kebakaran pada tahun 1985, itu membutuhkan banyak restorasi. Keraton ini dibangun pada tahun 1745 oleh penguasa Pakubuwono II. Istana ini memiliki banyak patung eksotis dan indah beserta senjata kuno. Tempat bersemayam Raja tidak terbuka untuk umum, namun ada tempat menarik lainnya yang bisa Anda lihat seperti museum di kawasan Kasunanan dan menara Sanggabuwana. Seringkali, upacara dan tarian tradisional berlangsung di istana seperti Malam Suro untuk merayakan tahun baru Jawa dan Sekaten yang merayakan ulang tahun Muhammad.

Surakarta adalah kota yang indah dengan Sejarah yang menarik dan budaya yang luas. Itu pernah menjadi ibu kota kerajaan pulau Jawa di Indonesia. Sama seperti ‘saudara kembar’ Yogyakarta, Surakarta juga terkenal dengan sejarah monarkinya. Dulu orang lebih memilih berkunjung ke Surakarta untuk bisnis daripada wisata. Namun seiring berjalannya waktu, persepsi berubah dan Surakarta mendapatkan pujian dan perhatian yang layak. Seseorang tidak boleh melewatkan kesempatan untuk mengunjungi kota yang indah karena kota ini juga terkenal dengan penduduknya yang penuh kasih dan akomodatif.